Pelatihan Teknik Penggunaan Pestisida Botani Tumbuhan Suren (Toona sureni Merr.) untuk Mengendalikan Serangga Hama Tanaman Padi (Oryza sativa)

Pelatihan ini merupakan program kerja yang diadakan oleh Dosen Pembimbing Lapangan kami, Drs. Martua Suhunan Sianipar, MS. Pelatihan dilaksanakan pada hari Selasa 17 Juli 2012 yang bertempat di Balai Desa Kondang Jajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis.  Pelatihan ini dihadiri oleh 33 petani yang berasal dari Desa Cijulang dan Kondang Jajar, serta dihadiri oleh beberapa perangkat desa.

This slideshow requires JavaScript.

Adapun latar belakang dari pelatihan tersebut, di mana tanaman padi merupakan tanaman penghasil beras yang juga merupakan bahan pangan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. 95% penduduk Indonesia mengonsumsi bahan makanan ini. Salah satu kendala yang dapat menghambat peningkatan produksi padi adalah adanya serangan OPT seperti burung, hama ganjur, ulat Grayak, keong mas, walang sangit, wereng batang coklat, lembing batu, tikus, dan lain-lain. Serangga hama wereng batang coklat (Nila parvata lugens Stall.) merupakan contoh hama paling merusak dalam setiap fase pertumbuhan tanaman padi. Dalam menanggulangi serangan hama maupun penyakit tanaman, petani umumnya menggunakan insektisida sintetis, di mana para petani tidak menggunakannya secara bijaksana sehingga akan banyak menimbulkan berbagai dampak negatif.

Oleh karena alasan di atas, maka dilakukanlah pengendalian secara botani yaitu dengan menggunakan tanaman suren sebagai bahan dasar pestisida botani. Adapun bagian tanaman suren yang dapat dimanfaatkan antara lain kayu, kulit dan akar, daun, biji, serta kulit batangnya. Senyawa aktif suren dapat berperan untuk menghambat keperidian, menghambat pertumbuhan, menghambat daya produksi, antifidant/menghambat aktifitas makan.

Pada saat berlangsungnya pelatihan tersebut ada beberapa kendala, di antaranya padamnya listrik, peserta yang kurang kondusif saat berdiskusi, tidak terpenuhinya jumlah peserta yang diharapkan, dan cuaca yang tidak mendukung sehingga tidak dapat terjun langsung ke areal persawahan. Ditinjau dari aspek pertanian, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan mahasiswi pertanian. Dimana mereka memperoleh pengetahuan  mengenai pengendalian hama dan penyakit secara botani, sehingga dapat menekan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida sintetis. Di samping itu, tanaman suren yang tadinya dianggap tidak diketahui dengan pasti apa manfaatnya namun setelah dilaksanakannya pelatihan tersebut mahasiswa dan mahasiswi menjadi lebih tahu pemanfaatan tanaman suren.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: