Kawasan Hijau, Dusun Barengkok

Lahan Sawah Dusun Barengkok

Kenapa diberi nama kawasan hijau? hal itu karena dusun Barengkok adalah dusun dengan lahan sawah terluas dan sebagian besar penduduk dusun ini adalah petani. Luas lahan sawah yang luas tersebut menjadikan kawasan ini sangat hijau dan asri. Dibandingkan dengan dusun lain, dusun ini terlihat masih tidak semaju dusun lain khususnya di bagian ujung dari dusun barengkok ini. Selain sebagai petani, banyak masyarakat yang bekerja sebagai pembuat opak yang merupakan ciri khas desa ini.

Lahan Sawah Dusun Barengkok

Kunjungan ke dusun barengkok, bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan kami belajar banyak tentang kehidupan di desa ini. Banyak hal yang dilakukan di dusun ini yaitu, kunjungan dan penyuluhan tentang kesehatan di posyandu, kunjungan dan belajar ke pembuatan opak, wawancara dengan aparat dusun mengenai profil dusun, kunjungan ke pertanian dan peternakan dari dusun ini.

1. Penyuluhan dan Kunjungan ke Posyandu Dusun Barengkok

Kegiatan posyandu dilaksanakan dari pukul 09.00 sampai 11.00, kegiatan dihadiri oleh ibu-ibu hamil, ibu yang memiliki balita dan bayi. Pelaksana kegiatan terdiri dari ibu-ibu PKK. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya, mengontrol berat badan dan tinggi bayi/balita dan mengontrol berat badan ibu hamil.

Manfaat dari penyuluhan ini adalah memberitahukan kepada warga tentang cara perawatan gigi yang benar untuk anak. Karena berdasarkan informasi yang didapatkan dari kepala desa, masih banyaknya anak dari warga yang mengalami kerusakan gigi akibat minimnya pengetahuan mengenai perawatan gigi. Selain itu dilakukan penyuluhan mengenai pola makan yang sehat yang bermanfaat supaya warga lebih teratur dalam mengonsumsi makanan dan menginformasikan mengenai makanan yang sehat serta seimbang. Penyuluhan tentang ini dilakukan karena informasi dari aparat desa yang mengatakan bahwa warga banyak yang mengonsumsi pangan dengan tidak teratur dan itu dapat berdampak buruk bagi kesehatan individu tersebut.
Selain itu mahasiswa juga melakukan penyuluhan di posyandu ini. Penyuluhan yang diberilkan meliputi penyuluhan tentang cara merawat gigi, pola makan yang sehat, dan cara pegolahan sampah yang baik. Penyuluhan ini ditujukan untuk kaum ibu yang datang ke posyandu untuk melakukan pemeriksaan terhadap anak mereka. Selain dilakukan penyuluhan, peserta KKNM melakukan dokumentasi, membantu dalam pencatatan laporan posyandu, dan melakukan wawancara dengan Kader Posyandu Dusun Barengkok mengenai kesehatan warga dusun Barengkok ini.

Dialog dengan Aparat Dusun Barengkok

Dialog dilakukan bersama aparat dusun Barengkok dengan tujuan mengetahui profil dari dusun ini. Dusun Barengkok memiliki 120 KK yang terbagi dalam 3 RW dan 4 RT. Mata pencaharian penduduk Dusun Barengkok kebanyakan adalah petani, karena banyak pohon kelapa sehingga salah satu usaha lainnya adalah pengolahan kelapa. Kelapa-kelapa tersebut dikupas kemudian dijual ke tengkulak di Parigi, atau diolah menjadi minyak di Dusun Barengkok tapi dalam jumlah yang tidak begitu besar, serta juga untuk konsumsi sendiri. Untuk kegiatan keagamaan, dusun Barengkok memiliki fasilitas masjid sejumlah 11 buah, dan cukup aktif. Organisasi pemuda Karang Taruna yang ada di dusun Barengkok tidka begitu aktif karena banyak pemuda sudah bekerja atau merantau ke kota. Kegiatan PKK yang dilakukan tentatif sekali sebulan, juga kegiatan posyandu satu bulan sekali. Dusun Barengkok cukup mengikuti perkembangan politik, tapi hal itu tidak membuat perpecahan, semua berjalan dengan lancar dan silaturahmi tetap terjaga antar masyarakatnya.

Manfaat dari dialog ini adalah lebih mengenal tentang dusun Barengkok, selain itu untuk memenuhi kelengkapan dari laporan. Dialog ini juga berguna khususnya untuk mahasiswa yang mempelajari tentang perekonomian, dimana dengan dialog ini dapat diketahui mata pencaharian yang tersebar di dusun ini. Perekonomian dari dusun Barengkok masih belum tinggi melainkan mulai berkembang, dan penghasilan utama berasal dari pertanian dan usaha rumah seperti pembuatan opak dan hawu. Kendala yang dihadapi adalah mahasiswa tidak dapat bertemu langsung dengan kepala dusun Barengkok sehingga data yang diperoleh tidak valid.

3.3.  Kunjungan ke Kelompok Tani Dusun Barengkok


Wawancara dilakukan terhadap 4 orang petani yaitu Ahdan Sulahan, Dadang Hermawan, Nana Sujana dan Abdul Rojak. Hasil wawancara dari 4 petani tersebut adalah hampir sama. Dengan jenis lahan sawah, luas lahan 15-30 Ha, dengan status kepemilikan bagi hasil, kondisi lokasi lahan pada

dataran rendah dan bertopografi berbukit. Sistem pertanaman yang mereka lakukan adalah monokultur yaitu tanaman padi. Kendala yang dihadapi oleh petani-petani pada dusun tersebut adalah hama dan penyakit. Untuk hama yaitu hama wereng, kungkang, penggeret batang, lembing kuya, keong dan tikus. Untuk hama kungkang, mereka membuat perangkap dengan menggunakan botol yang sudah dipotong dan diolesi dengan deterjen.  Sedangkan untuk penyakit yaitu menguningnya batang bawah dan memerahnya pucuk padi. Selain hama dan penyakit, terdapat musuh alami yang ditemukan pada pertanaman padi tersebut yaitu belalang, capung, dan ular.

Komponen pengendalian yang terdapat pada pertanian di dusun Barengkok adalah dengan menggunakan benih bersertifikat yaitu Benih Ciherang dan 64. Sebelum melakukan persemaian, para petani terlebih dahulu melakukan perlakuan benih yaitu merendam benih pada air garam yang diberikan telur, dimana benih yang bagus akan tenggelam sedangkan benih yang tidak bagus akan timbul di permukaan air. Pengolahan tanah yang dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan traktor dan membiarkannya terlebih dahulu selama 1 (satu) minggu. Pemupukan yang dilakukan oleh mereka ada 2 (dua) yaitu pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar yang mereka gunakan adalah Urea, Poska, dan TSP. sedangkan pupuk susulan yang mereka gunakan adalah Kompos yang mereka buat sendiri dengan menggunakan bahan dasar dari kotoran sapi, domba dan dedaunan. System irigasi pada persawahan mereka merupakan saluran irigasi dari bendungan, dimana ketersediaan air selalu ada dan berdrainase baik.

Pada pertanian di dusun Barengkok, mereka juga sudah mengenal pestisida nabati sehingga mereka mulai membuat sendiri pestisida nabati. Bahan dari pestisida nabati tersebut adalah daun Mint, daun Picung, daun Nangka dan buah Labu. Namun demikian, mereka masih belum terlepas dari penggunaan pestisida sintetik, mereka menggunakan Puradan untuk pertanian mereka.

Cara pemasaran yang dilakukan oleh para petani adalah dengan menjual hasil panen mereka kepada tengkulak tetapi sebagian hasil panen dijual kepada warga setempat. Kisaran harga panen yang dijual adalah Rp. 4.000,00 sampai dengan Rp. 4.800,00 per kilogram. Pertanian pada dusun Barengkok sering dikunjungi oleh para penyuluh pertanian. Sehingga mereka dapat mengenal system pertanian yang lebih baik seperti system pertanian SRI, penggunaan pestisida nabati dimana bahan-bahan untuk membuat pestisida nabati dapat ditemui di daerah sekitar mereka. Bahan untuk pembuatan pupuk Kompos yang mereka gunakan dapat diperoleh dari peternakan yang ada di dusun tersebut. Hal ini membuat analisis pengeluaran mereka dalam system pertanian menjadi lebih hemat, efektif dan efisien.

3.4.  Kunjungan ke Peternakan Dusun Barengkok

Dusun Barengkok berada di sebelah selatan Desa Cijulang. Dusun ini memiliki potensi peternakan yang cukup baik. Kegaiatan pengamatan peternakan di Dusun Barengkok di lakukan pada hari Kamis, 5 Juli 2012 pada pukul 09.00-11.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui potensi peternakan yang ada di Dusun Barengkok, Desa Cijulang. Peternakan di dusun ini masih tradisional dengan ternak skala kecil, yakni satu sampai dua ekor per kepala keluarga. Adapun jenis ternak yang dipelihara di antaranya sapi potong, kambing, domba garut, ikan dan unggas.

Bagi masyarakat di dusun ini, beternak merupakan pekerjaan sampingan selain bertani. Selain menjual ternaknya, pendapatan lain yang diperoleh yaitu pembuatan kompos dari limbah (kotoran) ternak, di mana kompos tersbut dijual dengan harga Rp 500,- per kg dan Rp 25000,- per karung untuk kompos kering. Sedangkan untuk kompos cair, Rp 25000,- per jerigen.Di dusun ini memiliki dua sistem peternakan, yaitu sistem kelompok dan individu. Kendala yang dialami peternak di dusun ini adalah sulitnya mencari pakan (rumput), karena lahan sawah yang sempit dan persaingan antar peternak lain. Selain itu, peternak juga belum memiliki pengetahuan untuk membuat pakan alternatif buat ternak, misalnya memanfaatkan limbah pertanian.

Dari kegiatan ini, banyak manfaat yang didapatkan khususnya untuk mahasiswa biologi, peternakan, dan teknologi pangan mengetahui sistem pemeliharaan ternak, jenis dan pemberian pakan, serta cara pembuatan kompos secara tradisional yaitu dengan mencampurkan kotoran ternak, nasi basi, air kelapa, dan gabah yang didiamkan selama 2 minggu. Kompos ini dimanfaatkan untuk lahan pertanian sebagai pupuk organik.

Kunjungan ke UKM Dusun Barengkok (Usaha Pembuatan Opak)

Salah satu usaha menengah yang ada di Dusun Barengkok adalah pembuatan opak. Ciri khas pembuatan opak ini adalah cara pembuatannya dibakar dan merupakan tradisi turun-temurun. Kunjungan yang dilakukan ke pembuatan opak bakar oleh mahasiswa KKNM Unpad 2012 pada hari Kamis, 5 Juli 2012. Dari hasil wawancara dengan salah satu ibu pembuat opak (Siti, 38 tahun) tersebut mengatakan bahwa dia sudah memulai membuat opak sekitar 12 tahun yang lalu. Bahan baku membuat opak adalah santan, ketan merah atau putih, gula merah, air, dan garam. Cara pembuatan opak tersebut adalah ketan dicuci terlebih dahulu, kemudian direndam sekitar 1 hari. Setelah itu ketan dimasak menggunakan santan, garam, dan  gula merah. Setelah masak, ketan ditumbuk hingga menjadi halus dan liat lalu diukur dan dicetak membentuk lingkaran. Kemudian, adonan dijemur sekitar 2 jam lalu dibakar hingga adonan mengembang. Setelah jadi, opak dibungkus untuk diambil oleh distributor untuk dijual di kota Banjar dan pasar Cijulang. Penjualan pun dapat langsung dipesan ke pembuatnya. Harga opak bakar
sebungkus adalah Rp8.000,00.


Kendala yang dialami oleh ibu Siti adalah pengeringan adonan bergantung pada cuaca dan kondisi ketan yang didapat. Kondisi ketan akan mempengaruhi opak yang dihasilkan, bagus atau tidaknya. Pembuatan opak juga tidak setiap hari dilakukan karena bergantung kepada kondisi dan waktu senggang pembuatnya sehingga penjualan tidak setiap hari didapat oleh pembuatnya. Kendala yang dialami oleh mahasiswa KKNM Unpad 2012 adalah tempat pembuatan opak ini cukup jauh. Waktu kedatangan mahasiswa KKNM Unpad 2012 juga kurang pagi karena proses pembuatannya dimulai pukul 06.00 WIB sehingga ketika mahasiswa KKNM Unpad 2012 datang proses pembuatannya tinggal proses pencetakan, untuk proses awal dan pembakaran tidak dapat dilihat secara langsung.

Dari kunjungan ini didapatkan manfaat bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa jurusan teknologi pangan khususnya, dipelajari bahwa pembuatan opak bukan hanya digoreng, tetapi dapat dilakukan dengan cara dibakar. Dari kunjungan ini juga dipelajari cara pembuatan opak dan umur simpan dari opak ini. Opak yang dibuat dengan pengeringan lalu dibakar ini memiliki umur simpan yang panjang karena telah dikurangi kadar airnya. Manfaat juga berguna bagi mahasiswa jurusan pertanian atau biologi walaupun hasil yang didapatkan tidak secara langsung. Dimana UKM ini merupakan salah satu cara memanfaatkan hasil pertanian yang baik.

Manfaat bagi mahasiswa dari segi perekonomian adalah dilihat dari kesejahteraan warga yang membuat opak ini. Usaha pembuatan opak ini tidak menghasilkan keuntungan yang terlalu besar karena harga yang dijual kepada distributor tidak terlalu besar. Sehingga pembuatan opak bukanlah salah satu mata pencaharian utama bagi warga dusun ini melainkan pekerjaan sampingan. Sedangkan dari segi mahasiswa jurusan lain seperti kimia, psikologi, peternakan, tidak mendapatkan manfaat yang sesuai dengan bidang kajiannya tetapi bermanfaat sebagai pengetahuan baru tentang pengolahan hasil pertanian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: