1001 Daya Guna Ikan

Jarang-jarang Cijulang diguyur ujan gede. Nah, pagi ini nih pas bangun uda ujan gede banget, jadi mager kemana-mana pastinya. Tapi ada 1 hal yang buat kita jadi semangat, apa itu hayoooo? Kita diundang ke rumah Ibu Yani di Dusun Nusagede untuk melihat proses pembuatan nugget ikan (gitu sih isi sms dari Ibu Imas yang ngundang kita). Hujan pun reda dan jadilah pada tanggal 30 Juli 2012 ini, kami, C3 minus sang kordes bergegas ke Nusagede dengan kendaraan handalan kita, “Coltbak” yang disewa dari salah satu warga dusun Ciwaru. Loh loh kenapa si kordes ga ikut? Kordesnya ke mana emang? Kok malah kordes yang ga ikut sih? Ih diumpetin ke mana itu si kordes? Apa apaan ini kordesnya kok ga ikut! Kordes macam apa?!?! (kenapa jadi penulis yang emosi? Calm down, writer) Tenang sodara-sodari sang pembaca…….tenaaaang! Sesuai motto KKNM kami, “Anda Puas, Kami Senang”, maka demi kepuasaan pembaca, penulis akan menjawab pertanyaan yang ada di benak kalian. Jadi tuh yak, si kordes kita itu masih bobok ganteng pake popok sampe pant*tnya terlihat semok (brb ngebayangin). CUKUP! Bulan puasa ga boleh ngebayangin yang begituan yah qaqa penuyiiis😉

Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit sampailah kita di depan rumah ibu Yani, turunlah kita satu per satu dari coltbak, dilepaslah sandal/sepatu kita di depan teras rumah, disalamilah satu per satu ibu-ibu yang ada di situ, didudukilah lantai dan sofa rumah ibu Yani, daaaaann dari sinilah inti ceritanya di mulai!

Eh eh bentaaaaar sebelum mulai, para petugas pengusir kucing harus bekerja terlebih dahulu demi keselamatan hidup salah satu oknum teman kami yang mengidap penyakit Cattyphobiosextra. Setelah seluruh daerah pekarangan dan teras rumah ibu Yani clear dari kucing dan akhirnya teman kami lebi memilih duduk di ruang tamu, bukan di teras, dan dan setelah berpelik-pelik sedemikian rupa barulah cerita ini beneran dimulai.

Saat kami tiba, kami heran, kenapa ibu-ibunya pada nangis. Baru aje dateng, belom perpisahan uda disambut ama tangisan, kan ga mungkin. Setelah dilihat ke sekeliling ternyata ga ada tv di teras, kan kalo ada tv bisa aje si ibu nangis gara-gara nongton telenopela, eh ternyata salah tebak kita. Yang ada di sekeliling ibu-ibu hanyalah setumpukan bawang. YAP, BINGO! Ibu-ibu itu menangis karena bawang, uuuuhhh pukpukpuk…….. Ibu-ibunya saling gotong royong nanganin itu bawang, ada yang ngupas, ada yang motong dan semuanya berlinang air mata.

C3 : Emang bawangnya buat apa, Bu?

Ibu : hiks….hiks…hiks…buat bawang goreng di abon neng

C3 : Ooooo….yauda sabar yah, Bu J (sambil nepok-nepok punggung si ibu)

Yaaaahhh, karena kami di undang hanya untuk sekedar melihat, bukan membantu, jadi kami engga usah repot-repot mengerahkan sejumlah tenaga untuk membantu ibu-ibu itu, hahaha becanda deng. Kan judulnya juga KKNM Integratif jadilah kita semua turun tangan membantu. Dibagi-bagi tugasnya, ada yang motong wortel, ngupas bawang, motong bawang, goreng bawang, ngeliatin bawangnya, dan fotoin bawangnya.

Singkat cerita, semua bahan-bahan yang diperlukan sudah siap tinggal mengolahnya saja. Ikan untuk dijadikan abon sudah di….ehmm apa ya bahasa formalnya….ah udahlah ga tau, pokoknya uda di suir-suir ikannya, yang sebelumnya di fillet terlebih dahulu. Ikan yang uda disuir dikasih bumbu (ketumbar, dan lain-lain penulis lupa apaan aja) terus langsung digoreng dengan minyak yang buanjiiir banget! Digorengnya kudu sampe kering dan harus sambil diaduk supaya gak gosong dan merata resapan minyaknya. Setelah digoreng kering, minyak yang masih tersisa disaring dengan di-press dan keluarlah semua minyaknya. Abon yang uda bener-bener kering, ditambahin bawang goreng dan kemudian siap dikemas. Abon ikan ini dijual Rp 100.000,-/kg. Mahal?? Emang sih kedengarannya mahal,tapi sebanding karena bikinnya yang susah dan minyak yang dipake buanyaaak banget!!

Selain abon ikan, ibu-ibu di Cijulang juga punya inovasi membuat nugget ikan dengan campuran sayuran. Kenapa harus nugget? Karena ini buat ngakalin anak-anak yang engga suka makan ikan dan sayuran, jadilah ikan dan sayuran ini digabung dalam satu adonan berbentuk nugget. Adonan ikan dan sayur dicetak dan dikukus dulu selama ± 1 jam. Setelah dikukus, dipotong persegi panjang, ditepungin dengan tepung terigu dan tepung roti, baru deh di goreng. Penulis lupa berapa harga nugget ikan ini, tapi bu Yani bilang, harga nugget ikan ini tergantung jenis ikannya, kalo jenis ikannya mahal berarti harga nuggetnya mahal juga. Karena ga tau harganya berapa, jadi kita ga beli, cuma ngarep gratisan aje, ehhh taunya beneran dapet gratisan 2 bungkus bahahaha. Makasih ibu Yani J

Tadi kan ikannya di fillet, terus tulangnya dikemanain nooohh?? Kulitnya juga dikemanain?? Nah ini dia salute banget deh ama kreativitas dan inovasi ibu-ibu di Desa Cijulang, kenapa eh kenapa? Karena eh karena tulang ikannya dikeringin, dibumbuin dan jadilah……dendeng taraaaaa! Bukan cuma tulangnya yang diolah jadi dendeng, tapi umpan ikan yang dipake buat nangkep ikan olahan abon dan nugget juga bisa dijadiin dendeng loh sobat bloggers wohooo. Harga jualnya adalah Rp 5.000/ons untuk dendeng tulang dan Rp 7.000/ons untuk dendeng umpan dan rasanya sih ya kalo menurut penulis lebih enak dendeng umpan, yammeeeeh banget deh, ga nyesel kalo beli! Untuk kulitnya? Kulitnya ini dijadiin kerupuk kulit yang renyah banget.

Dari kunjungan ke rumah ibu Yani hari ini, kita jadi tau bahwa ikan itu ga kalah bermanfaatnya kaya ayam, kita semua dapat mengetahui bahwa ada 1001 daya guna ikan, yang biasanya ikan cuma di jadiin lauk, digoreng, di kukus, di bakar, sekarang kita jadi tau kalo ikan bisa disulap jadi berbagai produk olahan yang ramah lingkungan, berguna, dan menyehatkan. Terimakasih ibu Yani and the gengs, semoga inovasi ibu bisa ditiru oleh seluruh Mama, Ibu, dan Nenek pengkonsumsi ikan J (Feb)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: